Tips 2

[Tips & Trik] Membuat Curriculum Vitae (CV) Untuk Melamar Pekerjaan

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda.

Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status pernikahan, tempat dan tanggal lahir.

Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status pernikahan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Berikut ini beberapa hal yang baiknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup untuk perusahaan/instansi/lembaga di Indonesia.

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae / Daftar Riwayat Hidup.

1. Identitas (Data Pribadi).
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti :
1. Nama Lengkap :
2. Jenis Kelamin : > ex: Laki-laki / Perempuan
3. Tempat dan Tanggal Lahir : > ex: Jakarta, 17 Agustus 1986
4. Kewarganegaraan : > ex: Indonesia
5. Agama :
6. Status Pernikahan : > ex: Menikah – Belum Menikah
7. Tinggi dan Berat Badan : > ex: 170 cm – 65 kg
8. Alamat Lengkap :> ex: Nama Jalan, Blok, No. Rumah, RT/RW, Nama Perumahan/Komplek, Kecamatan, Kelurahan, Kota, Propinsi, serta Kode Pos.
9. Nomer Handphone, Telp. Rumah, * Fax (optional) : > ex: 0856.1234.567 / 021.880.1234
10. Email (recommended) :

2. Pendidikan.
Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya.
Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan.
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya.

Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki.
Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja.
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan.

Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi. (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut.
Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja. (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

Penting :

Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda.

Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang. (bila ada)

Cantumkan pengalaman lain yang menunjang “promosi anda”.
Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut.

Jika anda melamar untuk posisi program komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan.
Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

 

B. Tips Penulisan. (Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung)

1. Gunakan kertas putih polos.
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).
Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi.
CV jangan ditulis tangan, namun diketik dengan komputer / laptop.

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman atau juga Calibri.

3. Foto terbaru.
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 4×6. (kebijakan perusahaan)

Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).
Background foto pilh warna yang standart : Merah, Biru, atau Abu-abu (kebijakan perusahaan)
Lampirkan minimal 2 lembar.

4. Dokumen pendukung.
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb(dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).

Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.

Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya.

Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda.

Namun, seandainya perusahaan penerima kerja mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda “terpaksa” melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

 

C. Beberapa Saran Penting.

1. Jujur, Jangan Berbohong.
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya.
Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman.
Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

2. Jumlah Halaman.
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman.
Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak.

Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah. Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

3. Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan.

Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan.

Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.

4. Eksplisit (Gamblang, Jelas).
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.

Contoh: CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya.

Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta.
Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila – Jakarta.

5. Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna.
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya.

Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold).

Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

 

(Sumberblog)

Leave a Reply